Hello, I am erikani
See my profile


October 2007

SMTWTFS
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Tag

Latest comments

Latest posts

Syndicate content

Add to My Dada

Add to My Dada

Share your contents

De.licio.us

API kronologger.com

by erikani (10/01/2007 - 19:36)

API, apa yang baru di kronologger.com? Ada API-nya, bisa memasak dari blog masing-masing, sehingga hasilnya bisa mengalir tersambung ke mana lagi kalau bukan ke http://kronologger.com? Setelah di test oleh om Kukuh, langsung saja ikutan ngetes juga.

Bangga nih sebagai penguji-cobakan nomer dua setelah tes pertama dari om Kukuh. hehehe :) Hiduplah kronologger.com dan bersenang-senanglah hai kamu semua para kroner! Tulisan ini dibuat dikeheningan malam, diiringi musik klasik dari flute, jadi harap maklum kalau kalimatnya sana-sini ga nyambung alias ngawur!

Seterusnya untuk dapat menggunakannya, cara lengkapnya baca WIKI sana!

Terima kasih kepada om Kukuh ya!


 
Inilah test API kronologger, barusan selesai dan lagi test bersama om Kukuh...

__

Sebuah pemahaman baru?

by erikani (09/28/2007 - 21:44)

Berbeda pendapat adalah hal wajar saja dalam berteman, terutama kalau terjadi perbedaan pendapat dalam hal ilmu pengetahuan dan pemahaman yang masih belum dapat diterima oleh pemahaman akal. Temanku berpendapat kalau 'surga dan neraka' bukanlah berada di salah satu tempat di langit atau di bawah bumi. Melainkan 'surga dan neraka' ada dalam dirimu! Apa kamu tidak bingung? Karena cerita-cerita nenek moyang, katanya ya surga itu ada dilangit, dan neraka ada dibawah. Jadi habis bersilat lidah, terus-terus terbawa dalam pikiran, apa memang benar demikian adanya? Temanku itu memberi contoh seperti saya kutip di sini:

Alkisah, di suatu desa, ada seorang pendekar yang suka bertarung. Pendekar ini menantang seorang guru untuk menjelaskan konsep surga dan neraka. Tetapi sang guru itu menjawab dengan nada menghina, "Kau hanyalah orang bodoh - aku tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk orang macam kamu!" Merasa harga dirinya direndahkan, pendekar itu naik darah. Sambil menghunus pedang ia berteriak, "Aku dapat membunuhmu karena kekurangajaranmu." "Nah," jawab sang guru itu dengan tenang, "itulah neraka." Takjub mendengar jawaban yang sangat bijak yang ditunjukkan oleh sang guru akan amarah yang menguasai dirinya, pendekar itu menjadi tenang, menyarungkan pedangnya, dan membungkuk sambil mengucapkan terima kasih kepada sang guru itu atas pengajarannya. "Dan," kata sang guru, "itulah surga."

Jaiku

by erikani (08/26/2007 - 15:52)